ORGANISASI JEMAAT KRISTUS (5)

Gembala. Lihat Efesus 4:11; Kis.Ras. 20:28, Kis.Ras.20:17.

Gembala disebut juga ketua, penatua, atau penilik (I Petrus 5:1,2). Pada waktu itu para penatua dan penilik ditetapkan untuk menggembalakan. Di gereja-gereja sekarang kita mempunyai beberapa ketua yang disebut majelis, dan ada satu orang yang diangkat lebih tinggi yang disebut gembala atau pendeta. Tetapi dalam Perjanjian Baru semua ketua itu tingkatan dan haknya sama.

Kualifikasi seorang gembala (ITimotius 3:1-7; Titus 1:6-9), di antaranya ialah ia harus mempunyai nama baik, beristeri satu saja, dapat menguasai diri, dapat mengajar, rumah tangganya teratur, dan sebagainya.

Perhatikan bahwa di sini tidak menyebutkan tentang pendidikan, kepopuleran, atau kekayaan orang itu. Ini berlainan sekali dengan cara gereja masa kini mengangkat seorang gembala atau anggota-anggota majelis. Yang diangkat terutama orang-orang yang bertitel, harus lulusan seminari tertentu, ternama, berpengaruh, punya kedudukan di masyarakat, dan kaya! Memang tidak salah & tidak ada larangan jemaat mempunyai majelis demikian.

Tetapi, apakah mereka ini memenuhi kualifikasi yang disebutkan oleh Alkitab? Walaupun faktor-faktor yang kelihatan hebat di mata dunia itu mungkin perlu juga, tetapi apakah orang-orang bertitel, atau kaya, atau berpengaruh di dalam masyarakat itu memenuhi kualifikasi Alkitab atas seorang gembala atau majelis? Ini yang terpenting.

Tugas seorang gembala (I Petrus 5:2; Kis.Ras. 20:28,35), diantaranya yang paling penting ia harus menggembalakan, menjadi pemimpin rohani atas jemaat itu. Bahkan harus menjaga jemaat dari ajaran-ajaran sesat.

Nah, ini sebetulnya bukan tugas satu orang saja. Di dalam gereja-gereja kita sekarang – walaupun memang ada majelis yang membantu – pada umumnya hanya satu orang yang memimpin, yaitu si pendeta. Tetapi dalam Perjanjian Baru tidak demikian. Selalu ada beberapa ketua atau gembala yang bersama-sama memimpin jemaat itu.

Merekalah (bukan cuma satu orang) yang mengatur, yang memimpin, yang menggembalakan jemaat. Barangkali diantara mereka ada kaum awam yang tidak dapat berkhotbah dengan theologia tinggi seperti orang lulusan seminari Alkitab, namun tugasnya ialah memimpin jemaat. Sederhana.

Ada banyak keuntungan dari sistem Perjanjian Baru ini. Di sini tidak ada jarak yang terlalu lebar antara si pendeta dengan jemaat. Di sini bukan cuma si pendeta yang mengerjakan seluruh tugas pelayanan sedangkan si jemaat duduk diam mendengarkan saja. Di sini semua orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Sehingga semua orang dapat diikut sertakan untuk melayani Tuhan, secara aktif!

Memang perlu ada ketua-ketua, justru hanya untuk mengarahkan aktivitas jemaat itu. Bukan untuk berkuasa atas yang lain.

Penetapan gembala, oleh Roh Kudus (Kis.Ras. 14:23; 20:28; I Timotius 5:22). Biarlah Roh Kudus sendiri menetapkan siapa-siapa yang dapat dijadikan ketua-ketua. Bukan hanya oleh apa yang tampak dengan mata manusia saja.

Umumnya yang ditetapkan sebagai ketua-ketua adalah orang-orang biasa saja. Mereka masih bekerja seperti biasa juga, untuk mencari nafkahnya sehari-hari. Ada juga yang melayani secara lebih penuh sehingga dibantu oleh jemaat dalam soal keuangannya (I Timotius 5:17,18). Dan yang penting, ketua-ketua yang diangkat itu adalah orang-orang dari jemaat setempat itu sendiri. Tidak “import.”

Tetapi sekarang, kebanyakan untuk mendapat seorang pendeta kita “meng-import” seseorang dari jauh. Barangkali kita mengimport seorang lulusan seminari tinggi lalu diangkat menjadi pendeta di gereja kita. Cara menetapkan ketua di jemaat Perjanjian Baru tidak demikian. Ketua-ketua itu diambil dari anggota-anggota jemaat setempat. <>

ORGANISASI JEMAAT KRISTUS (4)

Para Pelayan Jemaat Perjanjian Baru

Tuhan Yesus Kristus telah menetapkan pelayan-pelayan yang diberi tugas tertentu. Lihat Efesus 4:11; I Korintus 12:28-30; Roma 12:6-8; Kisah Para Rasul 14:23; 6:3-6. Saya tahu mungkin untuk mencapai ukuran ini bagi jemaat setempat sekarang adalah sulit. Tetapi bagaimanapun juga kita harus mengetahuinya.

Mari kita lihat pelayan-pelayan jemaat ini. Mereka dapat melayani karena masing-masing diberi karunia rohani dari Tuhan. Pelayan-pelayan terpenting dan yang paling jelas disebut ialah:

Rasul. Kata “rasul” berarti seorang yang diutus.
Tuhan Yesus sendiri disebut sebagai rasul. Ia adalah rasul tertinggi (Ibrani 3:1). Setelah itu ada 12 rasul Kristus. Kedua belas rasul ini adalah suatu angkatan yang sangat khusus. Tidak ada orang lain dapat masuk lagi kedalamnya (Kisah Para Rasul 1:26).

Paulus memang seorang rasul yang dipanggil secara istimewa oleh Tuhan. Tetapi ia bukan termasuk ke dalam ke 12 rasul tadi. Sedikitnya ada enam orang dalam Perjanjian Baru yang disebut rasul. Barnabas,Silas, Timotius, dan beberapa orang lain lagi.

Pada zaman sekarang – walaupun rasuli dalam arti ke-12 rasul khusus itu tidak dilanjutkan – pekerjaan rasuli masih terus dijalankan. Ada orang-orang yang dilengkapi dengan karunia-karunia, diutus oleh Tuhan Yesus untuk mendirikan dan mengatur jemaat-jemaat. Ini pekerjaan rasuli.

Nabi. Lihat Kisah Para Rasul 11:27; 15:32; I Korintus 14:3.
Tugas seorang nabi tidak hanya bernubuat mengenai hal-hal yang akan datang. Malahan tidak selalu begitu. Tetapi ia menyampaikan firman yang amat sesuai dengan kebutuhan jemaat. Yudas dan Silas dalam Perjanjian Baru disebut nabi.

Apa yang mereka kerjakan? Mereka menasehati dan menguatkan hati orang-orang Kristen.
Saya percaya seorang nabi diberi suatu wahyu oleh Roh Kudus untuk mengetahui keadaan jemaat itu dan menyampaikan Firman Allah yang tepat untuk keadaan itu. Memang dewasa ini kita jarang melihat ada nabi dalam jemaat setempat. Nabi selalu memberikan firman yang tepat dengan kebutuhan jemaat. Ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, ia menasehati, ia menghibur.

Penginjil. Dalam Efesus 4:11, pemberita Injil disebut di bawah rasul dan nabi, tetapi di atas pendeta (gembala) dan mengajar (guru).

Pemberita Injil ialah seorang yang diberi karunia khusus dengan panggilan utama menginjil dan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus. Seorang penginjil tahu menarik jiwa kepada Kristus.

Dalam Kisah Para Rasul 21:8 Filipus disebut penginjil. Pekerjaan Filipus memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus juga diceritakan dalam Kisah Para Rasul pasal 8. Itu tugas utama seorang penginjil: memenangkan jiwa.

Penginjil memberitakan YESUS (Kisah Para Rasul 8:35). Kemana saja ia pergi, ia memberitakan Injil Yesus Kristus kepada orang di situ. Ia tidak mendirikan jemaat-jemaat, ia tidak menetapkan ketua-ketua, tetapi ia pergi terus ---didorong oleh Roh Tuhan --- memberitakan Injil.

Itu tugasnya. <>

ORGANISASI JEMAAT KRISTUS (3)

Bagaimana Jemaat Kristus di Perjanjian Baru Diatur

Kita akan menyelidiki pelayan-pelayan yang diberikan tugas tertentu dalam jemaat Kristus Perjanjian Baru. Dan sedapat mungkin tanpa memaksa, saya rasa kita patut berusaha menyesuaikan juga cara-cara pelayanan, cara mengatur jemaat sekarang, dengan cara-cara Perjanjian Baru. Tetapi jangan merasa harus persis begitu.

Tuhan Yesus Kristus sendiri – bukan orang lain – adalah Kepala jemaatNya. Saya sering melihat ada orang yang tidak mempunyai sesuatu anggota badannya. Di kota Surabaya di tepi jalan ada orang yang tidak mempunyai tangan dan kaki. Tetapi tidak pernah saya melihat ada orang yang hidup tanpa kepala.

Kepala adalah yang utama. Jemaat Kristus harus mempunyai Kepala. Jangan berpikir bahwa untuk mempunyai kepala, di jemaat harus ada seorang paus, atau uskup, atau pendeta dan sebagainya. Kristus adalah satu-satunya Kepala jemaat !

Dalam sebuah jemaat mungkin ada sesuatu karunia di antara anggotanya yang tidak berfungsi dengan baik. Ini seperti kakinya terpotong, atau tangannya tidak ada. Mungkin. Atau kurang pelayanan sosial. Kurang ini dan kurang itu. Tetapi bagaimanapun juga, jemaat tanpa Kepala adalah jemaat yang mati.

Jemaat yang hidup harus mempunyai Kepala. Jemaat yang hidup ialah yang berhubungan dengan Kristus sendiri. Orang-orang di dalam jemaat itu secara pribadi harus berhubungan dengan Yesus Kristus. Tidak cukup seorang paus saja, atau seorang uskup, atau seorang pendeta saja yang berhubungan dengan Kristus. Tetapi setiap anggota jemaat harus & berhak berhubungan sendiri dengan Kristus.

Dalam Alkitab ada suatu gambaran indah mengenai hal ini. Perhatikan bahwa papan-papan di Bait Allah semuanya berhubungan langsung dengan pondasinya (Keluaran 26:19-24). Ini menggambarkan bahwa setiap orang percaya harus berhubungan langsung dengan Kristus.

Jadi yang paling penting di sini, Yesus Kristus sendiri adalah Kepala jemaat. Ia mau memimpin. Sistem apa saja yang dipakai oleh sesuatu jemaat setempat sebenarnya tidak terlalu penting, asal Kristus dapat berhubungan dengan segenap anggota dan memimpin jemaat itu.

Kristus memimpin jemaatNya melalui Roh Suci dan Alkitab. Jemaat perlu mencari kehendakNya. <>

ORGANISASI JEMAAT KRISTUS (2)

Kedua, Episkopal.
Ini berasal dari kata “episkopas” yang diterjemahkan dengan kata “uskup.” Sistem keuskupan. Dalam jemaat ada pemerintahan oleh uskup-uskup. Seorang uskup sebenarnya adalah pendeta yang diangkat lebih tinggi.

Dalam sistem keuskupan, anggota-anggota gereja memiliki pendeta-pendeta. Dan beberapa pendeta yang diangkat lebih tinggi menjadi uskup. Urutannya : anggota – pendeta – uskup. Uskup-uskup itulah yang memerintah gereja. Contoh gereja-gereja yang memakai sistem ini ialah gereja Anglikan, gereja Metodis, dan beberapa gereja lain. Di Indonesia tidak banyak ditemui gereja yang memakai sistem keuskupan.

Ketiga, Presbiterian.
Dalam sistem ini pemerintah gereja dipegang oleh para “presbutor” yaitu ketua-ketua. Di sini pendeta dimasukkan sebagai salah satu ketua. Dalam sistem ini ada sinode, majelis gereja, yang memerintah gereja. Misalnya di Indonesia ialah gereja-gereja GPIB, GKI, GKT, dan sebagainya.

Keempat, Congregational.
Tekanan dalam sistem ini ialah keotonomian jemaat setempat. Kalau mau sistem yang paling demokrasi, barangkali sistem ini yang paling dekat. Anggota-anggota gereja-lah yang menentukan segala-galanya. Tidak diadakan sinode, majelis dan sebagainya. Semua anggota jemaat setempat mempunyai hak yang sama. Contoh gereja ini misalnya Gereja Baptis.

Dari keempat bentuk organisasi gereja di atas, cara kepausan tidak sesuai dengan Alkitab.
Sedangkan ciri-ciri dari sistem yang lain ada di dalam Alkitab. Ada contoh di mana rasul-rasul ---seperti uskup-uskup--- memerintah. Ada contoh di mana ketua memerintah. Ada contoh di mana anggota-anggota jemaat setempat memerintah.

Dari contoh-contoh ini rupanya Tuhan tidak begitu terikat pada satu sistem saja. Bila kita mengatakan hanya ada satu sistem saja dalam cara mengatur jemaat, kita akan kecewa. Memang ada prinsip-prinsip yang harus dipakai, tetapi tidak boleh mengatakan harus persis begini, atau begitu.

Yang paling penting dalam pemerintahan jemaat, harus diperhatikan bahwa apabila hanya manusia yang memerintah, bisa salah sekali. Tetapi apabila Kristus betul-betul dijadikan Kepala Jemaat yang ditaati dan pimpinanNya senantiasa dicari serta diikuti, dapat menjadi jalan berkat bagi kita semua.

Dalam Perjanjian Baru, Jemaat Setempat Otonom Adanya.
Ini berarti bahwa jemaat setempat sendiri bertanggung jawab atas pelayanan dan keuangan mereka.
Dalam gereja-gereja sekarang, ada semacam “pusat” bagi beberapa gereja setempat yang menyatukan diri dalam satu wadah organisasi. Pusat yang sebenarnya ialah Yesus Kristus!

Tetapi tentu ada baiknya bila di antara gereja-gereja setempat yang bertebaran di mana-mana diadakan semacam persekutuan. Sehingga walaupun setiap gereja otonomi sifatnya, namun satu sama lain tetap saling bersatu sebagai tubuh Kristus. Persekutuan dalam Kristus ini harus tetap menjadi prioritas utama dan harus berada di atas aliran denominasi gereja bahkan di atas keotonoman gereja setempat.

Tuhan tidak begitu memperhatikan dinding organisasi yang kita bangun. Ia rindu melihat suatu persekutuan luas yang didasarkan atas hidup di dalam Roh. Inilah yang akan saling menguatkan dan mendorong. Janganlah keotonoman gereja setempat dijadikan alasan untuk mengisolir diri dari jemaat Tuhan Yesus keseluruhannya. <>

ORGANISASI JEMAAT KRISTUS (1)

Alkitab memberikan cukup keterangan tentang organisasi jemaat. Organisasi-organisasi gereja yang sekarang ini banyak ragamnya. Tetapi kebanyakan sudah menyimpang jauh dari organisasi menurut Alkitab.

Kita perlu mengetahui bagaimana organisasi jemaat yang ada di dalam Perjanjian Baru. Mengenai apakah organisasi gereja kita persis sama seperti itu atau tidak, terserah kepada masing-masing jemaat. Dan memang tidak ada organisasi gereja yang tepat sama dengan organisasi jemaat Perjanjian Baru. Yang penting kita ingin mengetahui bagaimana cara jemaat di jaman dulu diatur.

Saya yakin Kristus tidak berubah. Dan saya juga yakin bahwa Ia menghendaki supaya kita menyesuaikan aturan gereja sekarang dengan cara Perjanjian Baru. Walaupun tidak tepat sama, namun diharapkan sedapat mungkin mendekati sama.

Bentuk-Bentuk Organisasi Yang Umum

Bagaimana bentuk organisasi yang sekarang pada umumnya ada di gereja-gereja? Ada empat bentuk utama:

Pertama, Kepausan.
Sistem ini dipakai oleh gereja Roma Katolik. Boleh dikata sistem ini adalah semacam kediktatoran. Dipakai secara mutlak di dalam organisasi gereja yang besar ini.

Paus dianggap sebagai wakil Kristus di bumi. Rasul Petrus disebut Paus yang pertama. Kekuasaan Paus ini begitu besar, malah dianggap tidak dapat salah. Apa yang ditetapkan dan apa yang dikatakan Paus ini, oleh orang Katolik dianggap memiliki kuasa yang setara dengan apa yang dikatakan Alkitab. Atau barangkali perkataan Paus lebih besar kuasanya dari pada Alkitab sendiri, apabila Alkitab jarang dibaca.

Sistem tersebut dibangun di atas dasar perkataan Kristus bahwa Ia akan mendirikan jemaatNya di atas “batu karang.” Mereka mengatakan bahwa Petrus adalah batu karang. Sebenarnya nama “Petrus” berarti batu, tetapi batu kecil. Ini lain dari batu karang Yesus, yang merupakan batu yang besar.

Apabila benar bahwa Petrus adalah batu karang yang dimaksudkan oleh Yesus, pasti kita dapat melihatnya di dalam kitab Kisah Para Rasul. Pasti di sana dicatat bagaimana Petrus mempunyai kuasa menetapkan segalanya dan tak pernah salah!

Sebaliknya, kita tahu dari Alkitab bahwa di kemudian hari rasul Paulus menegur Petrus karena Petrus berbuat sesuatu yang salah. Yaitu ketika Petrus berada di tengah-tengah orang bukan-Yahudi (Galatia 2:11-14).

Juga ketika di Yerusalem diadakan semacam konferensi gereja mengenai apakah orang bukan-Yahudi harus disunat atau tidak untuk menjadi Kristen. Memang Petrus ada di sana dan berbicara. Tetapi rasul-rasul dan ketua-ketua yang lain ikut berbicara juga. Malah akhirnya seorang yang bernama Yakobus-lah yang memberikan keputusan (Kisah Para Rasul 15:13-21).

Jelas rasul Petrus bukan semacam “Paus” pertama, yang boleh menetapkan segala sesuatu tanpa salah. Bahkan di dalam surat I dan II Petrus, dengan rendah hati ia menulis supaya kita mengingat apa yang ditetapkan oleh Tuhan. <>

KEBENARAN UTAMA TENTANG JEMAAT KRISTUS

Jemaat Kristus memiliki tujuh kebenaran utama, sebagai berikut:

Pertama, hanya ada satu tubuh (Efesus 4:4).
Kristus tidak mendirikan jemaat yang dibagi-bagi menjadi beberapa “tubuh.” Semua jemaat Kristus di seluruh dunia adalah tubuhNya, dan tubuh Kristus atau jemaat itu sebenarnya hanya satu saja. Kristus tidak mendirikan jemaat orang Jawa, jemaat orang Madura, jemaat orang kulit putih, jemaat orang Tionghoa, jemaat orang Eskimo, tidak! Hanya satu saja. Yaitu, jemaat Kristus.

Dalam jemaat mula-mula dahulu hal ini merupakan persoalan. Mereka mau membagi-bagi tubuh Kristus. Tetapi Paulus menulis bahwa Kristus telah merobohkan dinding sekat yang ada di tengah-tengah dan menjadikan semuanya satu.

Kedua, Kristus sendiri adalah Kepala Tubuh itu (Efesus 5:23).
Alkitab menekankan hal ini. Setiap orang percaya wajib tunduk kepada Kepala yang satu ini.
Jemaat di seluruh dunia mempunyai satu Kepala saja, yaitu Kristus.

Dan Kristus tidak pernah menyerahkan mandat kepada siapapun juga untuk mengepalai jemaatNya. Oleh karena itu kita tidak bisa menerima ajaran yang menempatkan seseorang pada kedudukan sebagai “kepala gereja.”

Ketiga, setiap orang percaya adalah anggota Tubuh Kristus.
Ini adalah fakta yang sederhana. Jemaat ialah Tubuh Kristus, setiap anggota jemaat ialah anggota Tubuh Kristus (Kolose 1:18; I Korintus 12:12-14).

Tetapi kita harus berhati-hati! Anggota jemaat yang bagaimana? Tidak setiap orang yang terdaftar sebagai anggota gereja setempat lalu otomatis sudah pasti adalah anggota Tubuh itu. Hanyalah mereka yang sudah “ dilahirkan kembali” oleh Roh Kudus berhak menjadi anggota Tubuh Kristus.

Keempat, Roh Kudus adalah wakil Kristus di dalam jemaat (Yohanes 14:16,26).
Kristus pernah berkata kepada murid-muridNya bahwa apabila ada dua atau tiga orang berkumpul dalam namaNya, maka Ia ada di tengah-tengah mereka. Tetapi kita tahu Kristus sekarang ada di sorga. Alkitab mengatakan bahwa Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Bagaimana Kristus dapat juga berada di tengah-tengah kita? Ia mengutus Roh Suci.

Kristus mengatakan bahwa Ia tidak akan meninggalkan murid-muridNya piatu. Ia berjanji akan mengutus seorang Penolong yaitu Roh Suci. Pada hari Pentakosta hal itu dipenuhi, Roh Allah turun dan melahirkan 120 orang sebagai jemaat Kristus yang pertama, kemudian 3000 orang lagi, lalu jumlahnya bertambah menjadi 5000 orang, dan seterusnya. Kristus tinggal di tengah-tengah orang percaya melalui Roh Kudus.

Kelima, jemaat Kristus suci adanya (I Korintus 3:17).
Di dalam Kristus – yaitu secara kedudukan – jemaat adalah kudus. Paulus menyebut orang-orang Kristen di Korintus,di Efesus, di Filipi, di Kolose dan sebagainya sebagai orang-orang kudus.

Karena kedudukan mereka di dalam Kristus adalah kudus, maka setiap orang percaya harus mempunyai kelakuan sehari-hari yang kudus juga. Kondisi dalam kenyataan sehari-hari harus makin lama makin mendekati posisi-nya yang kudus di dalam Kristus. Kita wajib memelihara kesucian jemaat.

Keenam, karunia-karunia diberikan kepada setiap orang percaya untuk membangun jemaat Kristus (Efesus 4:11,12; I Korintus 12:8-10, 28).
Sesuai dengan kehendakNya sendiri, Roh Allah mengaruniakan karunia-karunia yang berlainan kepada setiap orang percaya. Setiap anggota jemaat Kristus diberi paling sedikit sebuah karunia rohani. Karunia yang diberikan kepada seseorang bisa berbeda dari karunia yang diberikan kepada anggota-anggota lainnya. Maksud karunia diberikan supaya setiap orang Kristen dapat melayani, yaitu bekerja bagi pembangunan Tubuh Kristus.

Ketujuh, semua orang percaya adalah imam-imam bagi Allah (Wahyu 1:6).
Kini kita dapat langsung menghadap ke hadirat Allah sebagai imam-imamNya. Kita tidak memerlukan orang lain sebagai perantara kita –kecuali Kristuslah satu-satunya pengantara– untuk berdoa kepada Allah di sorga. <>

ASAL MULA JEMAAT KRISTUS

Kapan jemaat Kristus mulai ada?

Dalam Kisah Para Rasul 7:38, orang-orang Israel disebut sidang jemaah. Memang, Israel yang sejati, yang beriman dan berharap kepada Tuhan dengan melakukan korban-korban yang membayangkan Kristus juga mengalami selamat, tetapi mereka bukan jemaat Kristus.

Umat Israel sebagai sidang jemaah pada zaman Perjanjian Lama tidak termasuk ke dalam apa yang di sebut jemaat Kristus atau gereja. Allah mempunyai maksud, rencana dan janji-janji tersendiri bagi umat Israel.

Dalam Matius 16:18 Kristus berkata, “Aku akan mendirikan jemaatKu . . . .” Pada waktu Tuhan Yesus mengatakan hal ini, jemaatNya belum ada. Mengapa? Karena jemaat itu masih akan didirikan.

Sebelum Kristus mati di kayu salib, jemaat belum mempunyai Juruselamat. Sebelum Kristus bangkit kembali dari antara orang mati, jemaat belum mempunyai pemimpin yang hidup. Baru sesudah Golgota, jemaat ada.

Dalam Kisah Para Rasul 5:11, 6:5 dan seterusnya, kita melihat jemaat sudah ada. Ini pertama kali orang-orang percaya kepada Kristus disebut jemaat. Peristiwanya ialah sesudah kematian Ananias dan Safira. Hingga beberapa waktu setelah Yesus mengatakan bahwa Ia akan mendirikan JemaatNya, barulah jemaat tersebut ada. Dengan perkataan lain, sesudah hari Pentakosta –hari kelima puluh sesudah Yesus bangkit – barulah jemaat ada.

Kalau begitu, kapan jemaat Kristus “dilahirkan”? Menurut pengertian saya, pada hari Pentakosta. Waktu itu Roh Allah turun dan hari Pentakosta merupakan hari kelahiran jemaat Kristus.

Demikian pula setiap kali seseorang dilahirkan kembali oleh Roh Suci, orang itu juga dilahirkan sebagai satu anggota jemaat Kristus. Hidup rohani mengikat setiap orang yang menjadi anggota jemaat Kristus.

Jadi dasar untuk menjadi anggota jemaat Kristus bukanlah kebangsaan, bahasa, kepentingan, tujuan, atau seribu satu macam dasar yang lain. Apabila ada hidup rohani di dalam diri si Anu, si Badu, si Cahya, si Didi, si Mina, si Siti, si Yanti, dan seterusnya, maka merekalah anggota-anggota jemaat Kristus. <>

LUKISAN JEMAAT KRISTUS (6-7)

Adam Yang Akhir Dan Ciptaan Yang Baru

Kristus disebut Adam yang akhir dalam arti Ia menjadi kepala dari suatu umat baru, yaitu jemaat sebagai ciptaan baru di dalam Kristus. Di dalam Adam yang pertama, umat manusia (yang lama) menerima sifat dosa, penghakiman, hukuman dan kebinasaan. Di dalam Kristus, “Adam yang akhir,” umat manusia (baru) menerima pembenaran, anugerah, kebenaran, hidup kekal.

Arti yang terutama di sini ialah posisi (kedudukan) orang percaya di dalam Kristus. Menjadi orang Kristen berarti menjadi ciptaan baru (II Korintus 5:17). Dan Kristus menjadi kepala ciptaan baru ini pada kebangkitanNya (I Korintus 15:45-49). Ia memberikan hidup baru kepada setiap orang yang percaya.

Mempelai Laki-laki Dan Mempelai Perempuan

Jemaat Kristiani adalah “mempelai” Kristus (Matius 9:15; Yohanes 3:29; 2 Korintus 11:2; Efesus 5:32; Wahyu 19:7). Arti utama yang dikemukakan dalam lukisan ini ialah kasih.

Hubungan antara Kristus dan jemaat-Nya digambarkan sebagai mempelai laki-laki dan mempelai perempuan. Suatu hubungan kasih yang kekal! Kristus memimpin jemaatNya dengan kasih. Dan kasih kekal yang dilimpahkan Kristus kepada jemaatNya adalah kasih yang melampaui segala akal kita.

Lukisan ini juga menggambarkan otoritas dan kedudukan yang akan diberikan kepada jemaat di masa depan. Sebagaimana Kristus dipermuliakan, demikian pula kelak jemaat sebagai “mempelai perempuanNya” akan dipermuliakan pula. <>