Tiga Istilah Yang Umum Dipakai
Apakah artinya jemaat Yesus Kristus?
Ada yang memakai istilah ‘gereja’. Misalnya, Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB), Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gereja Kristus Tuhan (GKT), Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI) dan lain-lain. Istilah ‘gereja’ di sini sebenarnya dipakai untuk menjelaskan aliran. Dalam arti aliran yang memiliki anggota dari beberapa ribu sampai beberapa ratus ribu orang.
Tetapi bisa juga berarti gedung atau tempat. Misalnya, banyak orang datang berbakti di gereja anu. Kata ‘gereja’ ini menurut kamus berasal dari kata Portugis, yang berarti gedung. Di dalam Alkitab sendiri tidak terdapat kata gereja. Dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru tidak ada kata gereja.
Dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan lama, dipakai istilah ‘sidang’. Ini adalah istilah Indonesia yang berarti suatu himpunan. Gedung atau tempat dari tembok tidak pernah disebut sidang. Hanya himpunan orang-orang yang disebut sidang.
Lalu dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan baru dipakai istilah ‘jemaat’. Kata ini berasal dari bahasa Arab, yang berarti suatu himpunan, rombongan, atau pertemuan. Jadi istilah ini juga tidak ditujukan kepada gedung atau tempat, melainkan kepada orang.
Ketika Yesus berkata bahwa Ia akan mendirikan jemaatNya (Matius 16:18), Ia tidak memaksudkan sebuah gedung besar yang megah. Tidak! Gedung bukan jemaat. Jemaat adalah orang-orang.
Pada masa kini istilah yang sering dipakai ialah ‘gereja’. Ini tidak apa-apa, asalkan artinya sungguh dimengerti. Kita boleh saja memakai kata gereja asal yang kita maksudkan bukan gedung atau aliran, melainkan orang. <>
Tampilkan postingan dengan label gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja. Tampilkan semua postingan
EKKLESIOLOGI ... Intro
Ekklesiologi adalah pengajaran tentang Jemaat Yesus Kristus.
Injil Matius 16 : 13–18 berbunyi: Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-muridNya: “Kata orang siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “ Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan : Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia, atau salah seorang dari nabi.”
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
Kata Yesus kepadaNya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan JemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya ... ”
Perhatikan ayat 18. Yesus berkata: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.” Yesus berjanji akan mendirikan jemaatNya di atas batu karang ini. Bukan di atas dasar Petrus. Petrus bukan batu karang yang kokoh, malahan sering ia bagaikan gelombang air laut yang terhempas kian kemari.
Apakah batu karang itu?
Yesus akan mendirikan jemaatNya di atas pengakuan Petrus! Di atas Yesus Kristus sendiri yang diakui oleh Petrus sebagai Mesias. Dan alam maut tidak akan menguasainya.
Ada sebagian orang yang menekankan penginjilan. Memang menurut Alkitab penginjilan adalah tugas pokok setiap orang Kristen. Tetapi penginjilan saja, tidak cukup.
Membawa satu orang di sini kepada Kristus, membawa satu lagi kepada Kristus di sana, dan membawa beberapa orang lagi di kota lain kepada Kristus tanpa membawa mereka kepada suatu persekutuan yang disebut jemaat Kristus, tidak cukup. Mereka tidak akan tahan. Mereka memerlukan persekutuan. Maka penginjilan harus disusul dengan pembentukan jemaat.
Inilah yang akan kita bicarakan: Jemaat Yesus Kristus. <>
Injil Matius 16 : 13–18 berbunyi: Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-muridNya: “Kata orang siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “ Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan : Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia, atau salah seorang dari nabi.”
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
Kata Yesus kepadaNya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan JemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya ... ”
Perhatikan ayat 18. Yesus berkata: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.” Yesus berjanji akan mendirikan jemaatNya di atas batu karang ini. Bukan di atas dasar Petrus. Petrus bukan batu karang yang kokoh, malahan sering ia bagaikan gelombang air laut yang terhempas kian kemari.
Apakah batu karang itu?
Yesus akan mendirikan jemaatNya di atas pengakuan Petrus! Di atas Yesus Kristus sendiri yang diakui oleh Petrus sebagai Mesias. Dan alam maut tidak akan menguasainya.
Ada sebagian orang yang menekankan penginjilan. Memang menurut Alkitab penginjilan adalah tugas pokok setiap orang Kristen. Tetapi penginjilan saja, tidak cukup.
Membawa satu orang di sini kepada Kristus, membawa satu lagi kepada Kristus di sana, dan membawa beberapa orang lagi di kota lain kepada Kristus tanpa membawa mereka kepada suatu persekutuan yang disebut jemaat Kristus, tidak cukup. Mereka tidak akan tahan. Mereka memerlukan persekutuan. Maka penginjilan harus disusul dengan pembentukan jemaat.
Inilah yang akan kita bicarakan: Jemaat Yesus Kristus. <>
Langganan:
Postingan (Atom)